Showing posts with label LITERATURE AND FICTION - essays. Show all posts
Showing posts with label LITERATURE AND FICTION - essays. Show all posts

REPUBLIK FUNKY, Harry Roesli

Judul/Title: Republik Funky: Asal-usul Harry Roesli
Penulis/Author: Harry Roesli
Penerbit/Publisher: Kompas
Edisi/Edition: 2005
Halaman/Pages: 266
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cm
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 40.000,-
Call No.: 814/Roe/r/
Status: Ada/Available

***
Tidak hanya dalam ujud fisik Harry Roesli dipandang "aneh", tetapi 60 tulisannya yang pernah dimuat dalam rubrik "Asal Usul" Kompas Minggu dalam rentang empat tahun adalah sebuah anomali. Pikiran-pikirannya tidak saja cerdas dan orisinal, tetapi berupaya membalikkan proses berpikir itu sendiri. Dan pada akhirnya kita disentakkan oleh suatu keusilan yang bernas serta benar pula adanya.

Kendati terlihat sebagian besar buah pikirnya diungkapkan dengan ramuan irama comot sana-sini, Harry tetap konsisten untuk "pasang badan"membela kaum marginal, kecil, tertindas, dan miskin. Dan ia tidak sekadar memikirkannya atau memberi saran sebatas kata, tetapi benar-benar menerapkannya pada perilaku sehari-hari. Lewat buku ini, kita mengenal Harry secara lebih utuh bahwa ia orang "aneh" yang baik.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK

HARMONIUM, Budi Darma

Judul/Title: Harmonium
Penulis/Author: Budi Darma
Penerbit/Publisher: Pustaka Pelajar
Edisi/Edition: 1995
Halaman/Pages: 221
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 1cm
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 9.400
Call No.: 814/Dar/h/C.2
Status: Ada/Available

***
Upaya-upaya untuk menerbitkan esei-esei Budi Darma dengan judul Harmonium ini sesungguhnya merupakan bagian dari komitmen penerbit Pustaka Pelajar untuk ikut menyemarakkan khazanah kesusatraan Indonesia. Hampir pasti sudah banyak pemerhati sastra Indonesia yang menantikan terbitnya esei-esei Budi Darma dalam bentuk antologi, sebagaimana Solilokui (1981), dan Sejumlah Esei Sastra (1984).

Esei-esei karya novelis, cerpenis, kritikus, dan guru besar Ilmu Sastra Inggris pada IKIP Surabaya yang terangkum dalam Harmonium sebenarnya hanya sebagian kecil saja dari esei-esei yang pernah ditulisnya antara tahun 1983-1990. Keberagaman tema esei yang dimuat dalam Harmonium semata-mata agar memberi kekayaan wawasan kepada pembaca tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan sastra mulai dari diskursus tentang kritik sastra, aliran romantik, kebudayan nasional, masalah moral dalam sastra, kecenderungan novel dan puisi Indonesia.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK

OPENING THE INVITATION, Oriah Mountain Dreamer

Judul/Title: Opening The Invitation
Penulis/Author: Oriah Mountain Dreamer
Penerbit/Publisher: Harper SanFransisco
Edisi/Edition: I,2004
Halaman/Pages: 102
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cm
Bahasa/Language: English
Harga/Price: Rp. 100.000
Call No.: 821/Dre/o/C.1
Status: Ada/Available

***
Oriah Mountain Dreamer's beloved poem is beautifully presented here along with the author's reflections on the poem's origin and its remarkable worldwide impact. This is the definitive edition of the signature poem that has touched lives everywhere.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK

SUGIH TANPA BANDA, Umar Kayam

Judul/Title: Sugih Tanpa Banda: mangan ora mangan kumpul
Penulis/Author: Umar Kayam
Penerbit/Publisher: Pustaka Utama Grafiti
Edisi/Edition: I, 1994
Halaman/Pages: 428
Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 1.5cm
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 12.000
Call No.: 814/Kay/s/C.1
Status: Ada/Available

***
Ingat Mangan Ora Mangan Kumpul, Sketsa-Sketsa Umar Kayam? Dalam Buku Kedua ini Umar Kayam masih lincah meloncat dari satu tema ke tema lain tanpa meninggalkan gaya penulisannya yang kenyal dan segar-menggelitik. Konsisten dengan warna lokal Jawa yang pekat, ia tidak sampai tergelincir pada kepicikan sikap primordial.

Kumpulan tulisan Kayam yang sarat kritik sosial ini secara keseluruhan tampak sebagai ironi. "Ia menampilkan masalah, menyindirnya, dan sekaligus menyindir semua pihak yang membicarakan maupun yang mencoba memecahkannya ... Namun ia tidak menjadi liar, tidak asal lain, tidak seperti yang dituduhkannya terhadap pascamodernisme." tulis Sapardi Djoko Damono.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK

BETWEEN ART AND REALITY, A. Samad Said

Judul/Title: Between Art and Reality
Penulis/Author: A. Samad Said
Penerbit/Publisher: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia
Edisi/Edition: I, 1994
Halaman/Pages: 479
Dimensi/Dimension: 14 x 21.5 x 5cm
Bahasa/Language: English
Harga/Price:
Call No.: 899.234/Sai/b/C.1
Status: Ada/Available


Between Art and Reality: Selected Essay is the first work of non fiction to be published in English translation by Malaysia's leading novelist A. Samad Said.

These essays deal with a wide range of topics including Samad's own development as a writer, Indonesian and Malay literature, art, film and drama; as well as world literature, popular science and malaysian and international politics.

Written over three decades these essays are short, sometimes highly poetic, expressions of A. Samad Said's interest in the richly varied of humanity and its multiple means of self-communication.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK

SURAT DARI PALMERAH, Seno Gumira Ajidarma

Judul/Title: Surat dari Palmerah: Indonesia dalam Politik Mehong: 1996 - 1999
Penulis/Author: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit/Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Edisi/Edition: I, 2002
Halaman/Pages: 287
Dimensi/Dimension: 17.5 x 22 x 1.5 cm
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: 36.000
Call No.: 814/Aji/s/C.1
Status: Ada/Available

***
Surat-surat ini ditulis pada masa transisi dalam sejarah politik Indonesia kontemporer, antara 1966-1999, yakni sebelum dan sesudah tergulingnya Orde Baru. Surat-surat ini berbincang tentang etika politik dan masalah sosial budaya, yang merefleksikan situasi kritis dalam kehidupan politik masa itu. Namun pengawasan ketat Departemen Penerangan RI pada masa Orde Baru, maupun ancaman kelompok-kelompok radikal setelah Reformasi, membuat opini wartawan seringkali tidak bisa dinyatakan secara langsung -- dibutuhkan suatu seni untuk mengutarakan pendapat yang sensitif. Itulah yang dirasakan penulisnya, yang setelah musim politik berganti pendapatnya belum berubah: Politik di Indonesia adalah politik mehong.

Esai demi esai memperkaya dan memberi kita pelajaran untuk melihat suatu perkara dari segi yang semula mungkin tak pernah kita perhitungkan. Kita seperti menyelam dalam hidup pribadi Seno yang luas, dalam, dan meriah; dan dari penyelaman itu kita pulang membawa sesuatu. Pendek kata, kita mengorbankan waktu bukan untuk sebuah kesia-siaan.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK

BAYANG-BAYANG RATU ADIL, Sindhunata

Judul/Title: Bayang-Bayang Ratu Adil
Penulis/Author: Sindhunata
Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Edisi/Edition: 1999
Halaman/Pages: 477
Dimensi/Dimension: 13.5 x 20 x 2.5cm
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Sin/b/C.1
Status: Ada/Available
***

Huru-hara datang tiada henti. Manusia menjadi ganas dan liar. Dimana-mana mereka bertengkar dan cakar-cakaran. Para elite politik pun tak punya lagi rasa malu. Mereka sudah dirasuki oleh roh kejahatan, sehingga lupa akan penderitaan rakyat. Hanya kepentingan sendirilah yang mereka ingat. Moral Pemimpin masyarakat meluntur pudar. Sementara rakyat bertambah sengsara. Mereka lapar, susah, dan bingung. Perilaku mereka seperti gabah didinteri.

Itulah tanda, bahwa manusia sedang berada di zaman Kalabendu, zaman kutukan dan huru-hara. Zaman ini memang zaman hukuman. Segala niat baik dan cita-cita luhur tak kesampaian. Bahkan pemimpin yang kelihatan baik pun tiba-tiba bisa dirasuki kejahatan. Zaman ini memang penuh kutukan, tapi juga penuh harapan. Di zaman Kalabendu ini, kejahatan ditelanjangi, tetapi kebaikan juga mulai dinyatakan. Wong becik ketitik, wong ala ketara, orang baik akan tampak, orang jahat akan terungkap.

Jika Kalabendu datang, artinya akan terjadi salining zaman (pergantian zaman). Dengan datangnya Kalabendu, manusia sedang berada di ambang zaman baru. Dan inilah hukum yang berlaku di zaman Kalabendu: makin penderitaan menghebat, makin cepatlah datangnya sang pembebas. Sang pembebas itu adalah Ratu Adil, yang akan meringankan penderitaan rakyat, menjungkirbalikan pemimpin yang jahat, dan menegakkan moralitas. Di bawah naungannya, rakyat --lebih-lebih wong cilik -- bakal gemuyu, tertawa bahagia.


Bayang-Bayang Ratu Adil menceritakan kisah-kisah di sekitar Kalabendu itu. Buku ini sesungguhnya adalah laporan, features dan esai jurnalistik tentang kehidupan dan kebudayaan orang Jawa, lebih-lebih mereka yang sederhana hidupnya. Dalam kisah-kisah itu tampak betapa besar harapan mereka akan datangnya zaman bahagia, yang akan membebaskan mereka dari penderitaan. Harapan itulah yang mendasari dan mempertajam pengetahuan intuitif mereka, sehingga apa yang mereka ramalkan menjadi kenyataan di kemudian hari.

PINJAM BUKU INI/RENT THIS BOOK